Feeds:
Pos
Komentar

Hari ini seperti biasa kunjungan rutin harian ke Cafebisnis.com tempat saya belajar bisnis online dan mendapatkan penghasilan lewat internet. Pagi-pagi kesana, ternyata ada artikel bagus dari mas Lutvi. Judulnya Tutorial WordPress. Wah kayaknya pengunjung blog saya perlu nih tahu ilmu keren kayak gini. So, belajar bareng yuk disini: http://cafebisnis.com/tutorial/32-panduan-wordpress?reg=deddyedward Maaf ya cuma ngasih link, kuatir duplikat konten. Lagipula kan mas Lutvi udah susah payah nulis, jadi harus kita hargai dong. Monggo belajar langsung soal WordPress di http://cafebisnis.com/tutorial/32-panduan-wordpress?reg=deddyedward

Lending Model


Lending Model atau Pola Pembiayaan Usaha Kecil

Bapak/Ibu/Saudaraku Pelaku UMKM dimanapun berada.

Bank Indonesia melalui website INFO UMKM menyediakan Informasi mengenai POLA Pembiayaan atau Lending Model. Informasi yang sangat berguna untuk pengembangan usaha kecil, yang disebut dengan SIPUK atau Sistem Informasi Usaha Kecil. Didalam SIPUK terdapat beberapa contoh Lending Model Usaha Kecil yang sangat berguna dipedomani pelaku Usaha maupun dari Lembaga Keuangan Bank. Lending Model tersebut mencakup berbagai sektor usaha diantara

Cakupan sistem informasi pola pembiayaan antara lain meliputi

  • aspek pemasaran,
  • aspek teknis produksi,
  • aspek finansial,
  • aspek dampak ekonomi dan lingkungan.

Menariknya model pola pembiayaan tersebut disajikan dalam dua bentuk pola pembiayaan secara konvensional dan pola syariah.

Informasi model pola pembiayaan (lending model) tersebut dapat diakses langsung dengan meng-klik nama usaha yang ingin dilihat.

Selamat belajar. Sukses UMKM Indonesia.

Wassalam

PKBL PTPN IV


PTPN IV Serahkan Bantuan PKBL Rp6,8 M Kepada Masyarakat Kabupaten Simalungun

20/11/2009

PTPN IV menyerahkan bantuan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) senilai Rp6,8 miliar kepada masyarakat Kabupaten Simalungun

PTPN IV menyerahkan bantuan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) senilai Rp6,8 miliar kepada masyarakat Kabupaten Simalungun, di Wisma Sitalasari PTPN IV Kecamatan Jawamaraja, Kamis (19/11) siang.

Penyerahan bantuan PKBL dihadiri Bupati Simalungun Drs HT Zulkarnain Damanik MM, Dirprod Balaman Tarigan, Direnbang Ahmad Haslan Saragih, Danrem 022/ PT, Dandim 0207, Kapolres, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Danrindam, Kabag, Manajer Grup, Manajer Unit serta undangan lainnya.

Bantuan untuk 30 kelompok tani diberikan masing-masing 1 unit hand tractor senilai Rp672 juta; untuk rumah sakit GKPS Pematang Raya 1 unit alat Ultra Sonography (USG) senilai Rp385 juta; untuk 1.214 siswa SD, SMP, SMA diberikan beasiswa sebesar Rp556 juta; untuk pembangunan Masjid Al Munawaroh Perdagangan sebesar Rp250 juta; untuk 42 UMKM diberikan pinjaman modal usaha sebesar Rp4,9 miliar.

Bupati Simalungun Drs HT Zulkarnain Damanik MM menilai bahwa kepedulian PTPN IV kepada lingkungannya perlu disikapi dengan mendukung agar ke depan perusahaan ini tetap eksis dan berkembang.

“Kepedulian PTPN IV kepada petani melalui kelompok tani yang mendapat alat mekanisasi pertanian dengan nilai yang cukup besar; bantuan kepada Rumah Sakit Bethesda berupa alat USG; membantu beasiswa kepada anak didik kita serta para pelaku usaha yang mendapat bantuan modal usaha, yang semua merupakan wujud rasa kepedulian PTPN IV bagi masyarakat lingkungannya. Lalu pertanyaannya, apa sikap kita terhadap perusahaan ini yang peduli kepada lingkungannya”, katanya.

“PTPN IV adalah milik bangsa, milik kita. Bukan milik orang per orangan. Oleh karena itu, kepedulian ini harus terus dikembangkan agar dilihat oleh pengusaha perkebunan lain”, katanya

Dia memberi apresiasi kepada PTPN IV, karena BUMN ini terus menunjukkan rasa kedulian bagi lingkungannya dengan memberikan bantuan bagi yang membutuhkan.

Kepedulian ini dinilainya menjadi tanggungjawab kita semua warga dalam menjaga agar perusahaan ini tetap eksis, berkembang makin besar dan makin sehat.

“Kalau PTPN IV kaya dan tak peduli terhadap kita, dosa dia”, kata Bupati berguyon, yang disambut applaus hadirin, seraya mengajak anak-anak penerima beasiswa agar setiap pagi tidak lupa mendoakan PTPN IV tetap maju dan berkembang karena sudah membantu anak didik.

Kepada kelompok tani yang sudah menerima bantuan hari ini, tahun depan jangan meminta lagi, agar dapat diberikan kepada yang lain, serta mengimbau pelaku usaha yang menerima bantuan modal usaha dapat memanfaatkan dana ini dengan sebaik-baiknya, sehingga pengusaha yang sekarang menerima bantuan, pada saatnya kelak mampu menjadi pemberi bantuan.

Direnbang Ahmad Haslan Saragih mengatakan, PTPN IV merupakan salah satu BUMN di sektor perkebunan yang mengemban tugas selain berupaya meningkatkan kinerjanya, juga sebagai agent of development bagi masyarakat sekitarnya.

Untuk daerah Simalungun dan sekitarnya program KEMITRAAN diberikan kepada 196 UMKM dengan dana lebih dari Rp4,9 miliar. Jumlah ini lebih besar dibanding tahun 2008 yang lalu sejumlah Rp2,5 miliar, sedangkan program BINA LINGKUNGAN sudah mencapai Rp4,4 miliar dan meningkat dibanding tahun 2008 yang lalu sejumlah Rp3,6 miliar.

Khusus mengenai dana bantuan pinjaman lunak kepada UMKM, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan usahanya untuk menjadi tangguh dan mandiri. Selain memberikan bantuan permodalan kepada UMKM, PTPN IV juga memfasilitasi sejumlah UMKM yang sedang dan telah menerima bantuan permodalan mengikuti pelatihan peternakan lebah di Jawa Barat, serta mengikuti pameran baik di dalam maupun di luar negeri.

Kabag PKBL Muhtadin Harahap dalam laporan mengatakan bahwa pemberian bantuan merupakan wujud kepedulian PTPN IV terhadap masyarakat lingkungannya melalui program KEMITRAAN dan BINA LINGKUNGAN, yang pada tahun 2009 ini atas dasar alokasi biaya dari laba bersih perusahaan tahun buku 2008.


Sekilas Info tentang PINBUK

Bapak/Ibu/Saudaraku Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dimanapun berada. Berikut ini kami informasikan Profil PINBUK sebagai suatu lembaga Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil yang berperan membangun dan mengembangkan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Keberadaaan BMT sudah tersebar hampir di seluruh Indonesia.  Keberadaan LKM BMT bersama PINBUK kiranya dapat membantu pengembangan UMKM yang jumlahnya semakin bertambah.  Semoga informasi ini bermanfaat bagi pelaku UMKM terutama dalam mengatasi kebutuhan modal usaha. Wassalam.

LATAR BELAKANG

Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) atau Center for Micro Enterprise Incubation didirikan pada tanggal 13 Maret 1995 di Jakarta oleh Ketua Umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) Prof. DR. B.J. Habibie, Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) alm. K.H. Hasan Basri dan Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia (BMI) Zainul Bahar Noor, SE.. PINBUK didirikan karena adanya tuntutan yang cukup kuat dari masyarakat yang menginginkan adanya perubahan dalam struktur ekonomi masyarakat yang dikuasai oleh beberapa gelintir golongan tertentu, utamanya dari ekonomi konglomerasi kepada ekonomi yang berbasis masyarakat banyak.

ALAMAT KANTOR

Gedung ICMI Center Lt. 4, Jl. Warung Jati Timur No. 1 Kalibata Pancoran

Jakarta Selatan  Indonesia 12740 Telp :  021 – 79180980 Fax :  79192310

Email : pinbukpusat@yahoo.com

LEGALITAS

Akte Notaris pendirian

Notaris           :  Yudo Paripurno, SH.

Nomor            :  5

Tanggal         :  13 Maret 1995

SITU

Nomor            :  867/1.824.5/2006

Tanggal         :  27 Februari 2006

NPWP

Nomor            :  01.747.572.4-061.000

Tanggal         :  18 Desember 2003

LATAR BELAKANG

Data BPS tahun 2003 menunjukkan setelah krisis ekonomi berdampak pada peningkatan jumlah penduduk miskin sebesar 38,39 juta setara 18% dan 16,5 juta atau 43 % dari jumlah penduduk miskin adalah fakir miskin. Sementara itu, data Menegkop tahun 2004 menunjukkan dari 42,452 juta entitas usaha, ternyata 41,8 juta atau 98,5% adalah usaha mikro. Hanya 650 ribu yang termasuk dalam usaha kecil dan menengah, serta 2 ribu lainnya adalah usaha besar.

Besarnya jumlah penduduk miskin dan unit usaha mikro mengharuskan penanggulangan kemiskinan dan pengembangan usaha mikro sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Dalam hal ini, PINBUK berpartisipasi dengan strategi menumbuhkembangkan kelembagaan swadaya masyarakat Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang dapat menjangkau dan melayani lebih banyak unit usaha mereka yang tidak mungkin dijangkau langsung oleh lembaga keuangan dan perbankan umum.

PBB melalui “Millenium Development Goals (MDGs)” telah mentargetkan penurunan kemiskinan pada tahun 2015 sebesar 50% dari 30% jumlah penduduk miskin dunia saat ini melalui layanan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Demikian juga Indonesia, pada tanggal 26 Februari 2005  Presiden RI, SBY, mencanangkan tahun 2005 sebagai Tahun Keuangan Mikro Indonesia. Hal ini sejalan dengan apa yang sudah dan sedang terus dilakukan oleh PINBUK melalui pengembangan Lembaga Keungan Mikro – Baitul Maal wat Tamwil (LKM-BMT).

Dalam periode 1 dasawarsa pertama 1995 – 2005 PINBUK baru berhasil memfasilitasi penumbuhkembangan lebih dari 3.000 BMT di seluruh Nusantara, memiliki aset (konsolidasi) lebih dari Rp. 1 Triliun, dengan jumlah pengelola lebih dari 20.000 orang, hampir setengahnya S-1 dan wanita.  BMT melayani lebih dari 2 juta penabung, dan memberikan pinjaman pada lebih dari 1,5 juta pengusaha mikro dan kecil.

V I S I

Menjadi lembaga yang profesional, terpercaya, dan terkemuka di Indonesia dalam penanggulangan kemiskinan melalui pengembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dan Kelompok-kelompok Usaha Mikro yang mandiri, berkelanjutan dan mengakar di masyarakat.

M I S I

  • Membangun keswadayaan masyarakat dan pengorganisasian kelembagaan LKM dan kelompok-kelompok usaha mikro yang mandiri, berkelanjutan dan mengakar di masyarakat
  • Menciptakan akses yang lebih mudah sehingga masyarakat miskin dan usaha mikro mampu menjangkau peluang, informasi dan sumberdaya untuk pengembangan usaha.
  • Mengembangkan sumberdaya manusia dan sumberdaya ekonomi masyarakat miskin dan usaha mikro serta lembaga-lembaga pendukung pengembangannya.
  • Mendorong terwujudnya kebijakan publik yang mendukung pada peningkatan akses masyarakat miskin dan usaha mikro kepada sumberdaya ekonomi melalui pengembangan LKM
  • Mengembangkan lembaga-lembaga pendukung/infrastruktur dalam pengembangan kualitas dan kuantitas LKM serta layanan pengembangan usaha mikro
  • Mengembangkan pemberdayaan sosial masyarakat yang terpadu dalam aspek usaha ekonomi produktif (UEP) dan usaha kesejahteraan sosial (UKS) pada berbagai kelompok masyarakat.

SASARAN

Sasaran Utama

Terjangkaunya pelayanan keuangan mikro syariah dan pendampingan kepada 10 juta keluarga miskin pengusaha mikro sampai dengan tahun 2015 .

Berkembangnya 10 ribu Lembaga Keuangan Mikro Syari’ah yang profesional, sehat, mandiri dan mengakar di masyarakat menjelang tahun 2015

KOMPETENSI

  • Pengembangan LKM BMT
  • Pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat
  • Pelatihan LKM BMT dan UMKM
  • Konsultansi LKM BMT dan UMKM
  • Pendampingan/technical assistance
  • Kemitraan dan networking
  • Teknologi informasi
  • Wirawiyata (sándwich training system)
  • Kaderisasi mujahid pemberdayaan masyarakat
  • Penguatan Ruhiyah  dengan Spiritual Communication

STRATEGI PENCAPAIAN SASARAN

PINBUK sebagai Lembaga Pengembangan Swadaya Masyarakat (LPSM) berfungsi sebagai fasilitator seluruh potensi masyarakat. Oleh karena itu, strategi pencapaian sasaran dilaksanakan dengan prinsip pendekatan :

  • Fungsionalisasi, yaitu peranan PINBUK sebagai driving force (pendorong) atau dinamisator untuk memfungsikan dan memanfaatkan potensi lembaga masyarakat yang telah ada (termasuk lembaga pemerintah).
  • Institusionalisasi, yaitu memperkuat lembaga-lembaga masyarakat bagi rakyat banyak, khususnya lembaga ekonomi keuangan yang berprinsip syariah di lapisan grass rood.
  • Integrasi, yaitu peran PINBUK sebagai katalisator atau penjembatan” untuk memperkuat dan memadukan mekanisme sesuai kesamaan tujuan dan target dari berbagai potensi masyarakat.
  • Ukhuwah Muamalah, yaitu landasan gerakan dari bawah sehingga berakar kuat atas dasar solideritas masyarakat setempat.
  • Pengembangan SDM, yaitu landasan gerakan yang diarahkan melalui peningkatan kualitas SDM pada setiap kebijakan dan kegiatan.
  • Barisan Semut, yaitu walaupun gerakan dimulai dari sesuatu yang “kecil” tetapi dengan komitmen kegotongroyongan yang sangat efektif, penuh pengertian, secara istiqomah akan mampu membuat “karya besar” untuk masyarakat sebagai implementasi ibadah kepada Allah SWT.

Sumber : PINBUK

Demikian informasi dari kami, semoga bermanfaat.

Wassalam


Bapak/Ibu/Saudaraku pelaku UMKM.

Berbagai sumber modal yang tersedia di lembaga keuangan sangat bermanfaat untuk usaha UMKM.  Salah satu sumber modal tersebut adalah BPR dan BPRS. Selama ini BPR/BPRS sudah menjalin kemitraan dengan Bank Umum dalam bentuk Linkage Program.  Berikut ini informasi singkat mengenai linkage program tersebut.

Linkage Program untuk membantu UMKM

Linkage Program salah satu cara mendorong intermediasi dengan memberdayakan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Linkage program merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing BPR/BPRS sekaligus efisiensi pelaksanaan skim kredit Bank Umum (Konvensional dan Syariah). Linkage program menjadi kerjasama yang saling menguntungkan antara Bank Umum dengan BPR/BPRS dalam hal penyaluran kredit kepada UMKM.

Tujuannya adalah untuk mempercepat pencapaian business plan kredit Bank Umum kepada UMKM, juga untuk mengatasi keterbatasan jaringan dan sumber daya manusia Bank Umum dalam menjangkau usaha mikro secara langsung di pedesaan. Sementara itu bagi BPR/BPRS, linkage program dapat mengatasi hambatan kesulitan modal kerja yang diperlukan dalam penyaluran kredit.

Ada beberapa pola yang bisa ditempuh oleh Bank Umum dalam mengembangkan linkage program dengan BPR/BPRS, antara lain sebagai berikut:

Executing

Bank Umum memberikan kredit kepada BPR untuk diteruskan kepada UMKM. BPR diberikan kewenangan untuk memutuskan calon debitur yang mendapatkan fasilitas kredit dan sebagai konsekuensinya risiko juga ditanggung oleh pihak BPR.

Joint Financing

Berupa share pendanaan antara Bank uUum dengan BPR/BPRS. Misalkan untuk membiayai suatiu proyek, bank umum mengambil porsi 80% dan BPR 20%. Apabila terjadi risiko, maka tanggung jawab masing-masing berdasarkan share pembiayaan itu.

Chanelling

Pihak BPR/BPRS hanya meneruskan pinjaman dari Bank Umum kepada nasabah UMKM dimana risiko tetap menjadi tanggung jawab Bank Umum. BPR/BPRS  hanya membantu dalam pencarian nasabah, penyaluran, pengadministrasian, penagihan, dan pembinaan. Untuk itu BPR/BPRS akan mendapat fee dari Bank Umum sebagai penyedia dana.

Asset Buy

Pihak BPR/BPRS sudah mempunyai portofolio kredit yang sudah dibiayai yang kemudian dijual kepada Bank Umum. Dengan sendirinya risiko juga beralih ke Bank Umum.

Demikian, info singkat tentang Linkage Program untuk dapat dimanfaatkan oleh UMKM melalui BPR/BPRS terdekat.

Semoga bermanfaat.

Wassalam


Sumber Modal Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Konsultan Sektor Riil & UMKM

Berbagai jenis program kredit tersedia pada bank dan BUMN.  Pada lembaga keuangan bank, umumnya menyediakan kredit untuk usaha mikro, usaha kecil untuk digunakan sebagai modal kerja dan modal investasi.

BUMN juga menyediakan kredit yang diberi nama PKBL, program kemitraan dan Bina Lingkungan.  Program Kemitraan menyediakan dan untuk usaha mikro dan kecil hingga Rp. 25 juta.

Disamping kedua sumber diatas (Kredit Bank & Program PKBL). Pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan sumber modal dari Lembaga Keuangan Non Bank, seperti PEGADAIAN.

Ada juga lembaga keuangan non bank yang dapat diakses sebagai sumber modal yakni PNM Perusahaan Nasional Madani.  Tugas utama PNM adalah memberikan solusi pembiayaan pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) dengan kemampuan yang ada berdasarkan kelayakan usaha serta prinsip ekonomi pasar

Bagi Bapak Ibu Saudaraku yang membutuhkan modal, kiranya dapat membaca dan mempelajari informasi yang akan kami sajikan secara berkala pada web umkm ini.

Untuk mempelajari lebih lanjut, silahkan lihat link berikut ini

  1. Program PKBL BUMN, Program Kemitraan & Bina Lingkungan
  2. Program Kredit dari Lembaga Keuangan BANK
  3. Program Pinjaman dari Lembaga Keuangan Non Bank : PEGADAIAN
  4. Program Pinjaman dari LKNB : PNM, Permodalan Nasional Madani

Semoga bemanfaat.

Wassalam

Ir. Deddy Edward Tanjung. MBA.MM

Pengasuh Blog UMKM : Konsultan Sektor Riil & UMKM Indonesia

Hello world!


Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.